Warta Negeri
Informasi dalam genggaman

Benn Sewot Siswa Berprestasi Ditolak Beberapa Sekolah

0 163

WNC – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor, Moch Benninu Argoebie, mengaku sedih dengan banyaknya penolakan-penolakan yang dilakukan pihak Sekolah Menengah Atas (SMA) terhadap atlet-atlet yang berprestasi di Kota Bogor pada penerimaan siswa baru tahun 2020.


Terlebih calon siswa yang ditolak tersebut, merupakan atlet andalan ‘Kota Hujan’ yang telah mendapat rekomendasi resmi dari KONI Kota Bogor.

“Saya sangat menyayangkan dengan penolakan pihak sekolah terhadap atlet kami yang berprestasi ditolak oleh sekolah. Apalagi mereka mendaftar ke sekolah yang mereka tujuh sudah mendapatkan rekomendasi resmi dari KONI Kota Bogor, namun masih ditolak. Hal ini yang membuat saya kecewa dengan kebijakan tersebut,” ujar Moch Benninu Argoebie, beberapa waktu lalu.


Pria yang dekat disapa Benn itu menjelaskan, jika tahun 2020 ini, sudah dipastikan beberapa atlet andalan Kota Bogor, tidak bisa bersekolah di SMA Negeri. Karena ada kebijakan yang tidak pro terhadap siswa didik, yang dibuat oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat.


“Kalau melihat aturan dari Peraturan Gubernur Jawa Barat, memang tidak dibatasi cabang olahraganya. Tetapi di Kota Bogor, khususnya SMA Negeri di Kota Bogor membatasi cabang-cabang olahraga yang diterima.

Karena dari 47 cabor hanya diterima 21 cabor. Artinya ada 26 cabor kami yang berprestasi tidak diterima. Hal ini yang membuat kita sangat kecewa dengan kebijakan tersebut,” tegasnya.
Benn melanjutkan, kalau hasil koordinasi dengan Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Kota Bogor. Menyarankan agar siswa yang tidak diterima di SMA Negeri di Kota Bogor, menyarankan untuk masuk ke sekolah swasta.

Artinya sambung Benn itu bukan satu jawaban yang pro terhadap siswa didik yang berprestasi di bidang olahraga.

“Tahun ini ada 400 siswa yang melalui jalur prestasi, tapi banyak yang ditolak. Sedangkan tahun lalu hanya 10% saja, namun tidak ada yang gagal. Justru sebaliknya dengan adanya penambahan kuota 25% ditahun 2020, malah banyak yang ditolak. Saya pikir ini ada hal yang salah, dan ini harus sama-sama segera kita perbaiki,” tambah Benn.


Yang pasti KONI Kota Bogor, mengusulkan kepada Provinsi Jawa Barat untuk bisa mengevaluasi kejadian ini. Terutama yang terjadi di Kota Bogor, supaya tahun berikutnya tidak ada lagi atlet-atlet daerah yang tidak bisa sekolah di SMA Negeri. Karena itu hak, apalagi SMA Negeri di Kota/Kabupaten ini adalah pilar utama yang menerima atlet-atlet berprestasi.


“Ke depan mungkin perlu dibahas tentang kewenangan-kewenangan SMA Negeri dengan pemerintah setempat, agar siswa betprestasi dari cabor dapat diterima di sekolah negeri,” tutup dia.=WNC/STR

You might also like