Warta Negeri
Informasi dalam genggaman

Bima: Salah Besar Jika Covid-19 Ini Dianggap Konspirasi

0 206

WNC – Kehadiran Walikota Bogor Bima Arya bersilaturahmi ke kantor PWI Kota Bogor di Jalan Kesehatan 4, Kecamatan Tanah Sareal mengungkap, seputar virus berbahaya yang bernama Corona atau Covid-19.


Bima mengatakan, corona itu merupakan virus sangat membahayakan yang mungkin sebagian besar masyarakat menilainya biasa biasa saja.


Ia yang terjangkit positif covid-19 dan harus di isolasi di RSUD Kota Bogor ini membeberkan, bahwa ada hal keliru yang saat ini beredar di warga masyarakatnya perihal wabah Covid-19 adalah sebuah konspirasi. Informasi itupun sangatlah tidak benar dan salah besar.

Sebab, Bima mengaku merasakan betul dan menyebut penyakit atau virus Covid-19 itu memang betul ada.
“Penyakit ini ada dan saya merasakannya, virus ini menakutkan dan sangat tidak menyenangkan,” ujarnya.


Bahwa sampai dirinya di rawat selama 22 hari di RSUD Kota Bogor sebagai rumah sakit rujukan Covid-19, orang nomor satu di Kota Bogor itu sempat ada yang tidak mempercayainya dan menyebut dirinya hanya bersandiwara atau gimik. Bahkan sampai saat ini meski dirinya sudah dinyatakan sembuh dari virus asal Wuhan yang mematikan itu, dia masih merasakan takut. Namun dia menyebut menjadi pasien Covid, memberikan dia pengalaman yang berharga.


“Saya imbau dan meminta warga agar jangan sampai terkena virus itu karena tidak sangat menyenangkan, sebab apapun di batasi dan wajib isolasi,” ucapnya.

Suami dari Yane Adrian yang terkonfirmasi positif Covid sejak pulang dari kunjungan kerja di Arzebijan dan Turki itu menyebut, bahwa virus ini menakutkan dan tidak menyenangkan bukan berarti untuk menakut-nakuti. Namun bima mengatakan agar masyarakat betul-betul faham dan menyadari akan adanya virus ini dan menepis isu konspirasi, juga sebisa mungkin melakukan langkah-langkah dan patuh akan protokol kesehatan agar kemudian hari virus ini mati dengan sendirinya.


“Sampai sekarang kan belum ada yang bisa memprediksi kapan ini berakhir, tapi dengan menjaga diri sendiri saya yakin ini solusi awam buat kita karena si virus gak ada lagi inangnya dan kemudian mati dengan sendirinya,” jelasnya.


Ia menyebut penanganan Covid-19 ini, sama halnya dengan politik. Artinya Bima menceritakan saat dirinya mengikuti kontestasi politik sebagai Calon Wali Kota, jika survey dilakukan oleh beda-beda konsultan maka hasilnya pun akan beda. Begitupun saat dirinya menghadapi Covid, saat di tes di beda-beda tempat maka hasilnya pun berbeda. Sehingga dia menyarankan bagi para pasien untuk tetap melakukan tes dan penanganan hanya di satu tempat, jadi hasilnya pun akan berurut alias tidak berbeda.

“Saya sampai 6 kali tes swab, waktu itu beda-beda dan hasilnya beda. Makanya setelah itu saya pastikan hanya ke Jabar dan hasilnya signifikan,” kata Bima, sambil mengatakan ke depan pihaknya pun akan merumuskan penanganan satu pasien hanya satu penanganan atau satu tempat missal jika ke pusat ya koordinasinya ke pusat, begitupun Provinsi ya koordinasi hanya dengan Provinsi.


Agar covid-19 ini menjadi perhatian utama warga masyarakat dan untuk mengetahui juga apa apa yang dirasakan oleh orang yang positif corona, Bima menceritakan semua pengalaman dan kisah hidupnya itu dalam sebuah buku berjudul “Positif!” yang juga dibagikan kepada wartawan.=WNC/SRF

You might also like