Warta Negeri
Informasi dalam genggaman

BPJS Kesehatan Bangun Kerjasama Dengan Yayasan Wakaf Al Askar

1 745

 

WNC – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Utama Bogor mendapatkan kerjasama baru tentang jaminan kesehatan masyarakat melalui sistem donasi yang didaftarkan oleh yayasan. Kerjasama dan MoU dilakukan oleh BPJS Kesehatan dengan Yayasan Wakaf Al Askar Rumah Sakit Ummi Bogor.
Perjanjian kerjasama dilakukan oleh Kepala BPJS Kesehatan KCU Bogor, Mahat Kusumadi dengan Direktur umum dan pemasaran RS Ummi Ahmad AR Sahab dan Ketua Yayasan Wakaf Al Askar Fahmi Abdul Kadir Askar, di kantor BPJS Kesehatan, Jalan Ahmad Yani. 
Kepala BPJS Kesehatan KCU Bogor, Mahat Kusumadi  mengatakan, kerjasama seperti ini baru pertama kali terjadi, dan RS Ummi menjadi pelopor model kerjasama berdonasi ini.
“Ini yang pertama kali di Kota Bogor untuk kegiatan donasi dan kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Yayasan Wakaf Al Askar maupun RS Ummi. Semoga perusahaan perusahaan lainnya bisa melakukan hal yang sama dalam memperhatikan warga tidak mampu yang ingin memiliki JKN,” ucapnya.
Mahat menjelaskan, sampai saat ini kepesertaan JKN di Kota Bogor sudah mencapai 736232 jiwa, atau sekitar 70 persen. Sisanya tinggal 30 persen akan diupayakan dengan berbagai cara, salah satunya kerjasama dengan Yayasan Wakaf Al Askar. Potensi di Kota Bogor sangat banyak dengan perusahaan perusahaan yang ada, sehingga donasi seperti ini bisa dilakukan dari dana CSR perusahaan tersebut.
“Program donasi ini memang sangat sulit dikaver oleh pemerintah karena dana APBD juga terbatas, sehingga ketika ada yayasan membuat donasi, maka sebuah apresiasi dan terobosan baru terkait kepedulian terhadap sesama. Warga yang mendapatkan JKN ini merupakan warga miskin atau warga yang tidak mampu membayar premium BPJS Kesehatan, dan ini khusus JKN kelas 3 sebesar Rp25500 setiap bulannya,” jelasnya.
Sementara, Direktur umum dan pemasaran RS Ummi Ahmad AR Sahab didampingi Ketua Yayasan Wakaf Al Askar Fahmi Abdul Kadir Askar menyebutkan, ada 50 orang yang mendapatkan donasi dari yayasan. Terobosan ini dibuat berawal dari diskusi di yayasan terkait adanya dana infak dan zakat. Dana infak dan zakat itu akhirnya disepakati menjadi donasi untuk kepesertaan JKN bagi warga tidak mampu.
“Kita melakukan rekrutmen dan untuk tahap awal ada sebanyak 50 orang yang akan mendapatkan jaminan kesehatan ini. Kami ingin memulai membuat donasi bagi masyarakat, dan kami mencoba memberi jaminan kesehatan untuk berkiprah kepada masyarakat, salah satunya kepada marbot di masjid yang kondisinya tidak mampu membayar jaminan kesehatan. Jadi warga yang terlantar dan tidak mampu kita berikan jaminan kesehatan kepada mereka,” jelasnya.
Selama ini sodaqoh maupun infak yang diterima hanya dari internal yayasan. Karena yayasan memiliki unit usaha di bidang kontruksi dan lainnya. “Kami memiliki tim yang mendatangi warga yang akan mendapatkan bantuan donasi. Kepemilikan warga itupun secara acak dan dilakukan survey dulu kepada yang akan menerimanya,” pungkasnya.=WNC/RIK
You might also like