Warta Negeri
Informasi dalam genggaman

Diimbau Pembayaran Lewat Non Tunai

0 292

WNC – Sebagai langkah awal sebelum dibukanya kembali pusat-pusat perbelanjaan di Kota Bogor. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, melakukan sidak dan pengecekan kesiapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan.


Tim pengawasan yang dipimpin oleh Kabid Tertib Niaga, Uju Juyono, menyambangi Plaza Indah Bogor atau yang lebih dikenal sebagai supermarket Yogya di Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, kemarin.


Dalam pemeriksaan yang dilakukan, Uju mengatakan masih banyak kekurangan yang harus dilengkapi oleh pihak pengelola gedung.
Diantaranya adalah, pembuatan jalur khusus pengunjung, baik marka jalan atau pembatas jalan. Lalu harus disediakannya sarung tangan plastik bagi para pengunjung, pembayaran secara cashless dan memasang CCTV yang terkoneksi langsung ke Balaikota Bogor.


“Jadi sarung tangan ini menjadi penting. Sebab para pengunjung nantinya akan memegang-megang barang. Disitu ada potensi penyebaran virus Corona,” jelasnya, Selasa (30/6).


Untuk itu, Uju memberikan waktu selama tujuh hari kepada pengelola untuk mempersiapkan kembali protokol kesehatan. Yang nantinya akan dievaluasi lagi oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya.


Di lokasi yang sama, Building Manager Yogya, Sugiarto mengungkapkan pihaknya akan segera membenahi dan menjalankan anjuran yang diberikan oleh Disperindag Kota Bogor.


Bahkan, ia juga mengaku salah satu poin utama seperti pembayaran secara cashless sudah 70 persen berjalan di pusat perbelanjaan Yogya.

“Memang dibandingkan dengan yang membayar tunai, yang membayar pakai kartu ATM sudah cukup banyak, sekitar 70 persen,” ujarnya.

Sugiarto juga berharap dengan adanya evaluasi dari Disperindag Kota Bogor, ia dan tim manajemen bisa memperbaiki protokol kesehatan agar semua tenant bisa beroperasi lagi seperti biasa.

Sebab, selama pelaksanaan PSBB di Kota Bogor, hanya Yogya supermarket saja yang beroperasi karena masuk kedalam kategori yang dikecualikan dan ini berdampak kepada jumlah pengunjung yang datang.

“Selama PSBB jumlah pengunjung yang datang hanya 2000 orang saja. Biasanya bisa mencapai 8000 orang,” ungkapnya.

Guna memastikan kemanan dalam pelayanan, Sugiarto juga mengungkapkan akan segera menggelar rapid test kepada 800an karyawannya.

“Ya kami akan ikuti rapid test jika diharuskan,” pungkasnya.=WNC/NVT

You might also like