Warta Negeri
Informasi dalam genggaman

Eka Wardhana Duga Penambahan Gelarnya Karena Salah Ketik di DPP

0 236

WNC – Isu dugaan penggunaan gelar palsu yang tengah menyerang Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana, akhir-akhir ini, dibantah oleh politisi Golkar tersebut.

Untuk ini Eka mengatakan, bahwa gelar M.Si yang tercantum dalam SK penunjukan wakil pimpinan dewan, ia dapatkan dari Sekolah Tinggi Adiministrasi (STIA) Menarasiswa pada 2017 lalu.

“Saya mendapat gelar S2 itu dari Menarasiswa judul tesisnya “Pengaruh Perencanaan dan Pengorganisasian Terhadap Kinerja Anggota DPRD Kota Bogor”. Saya lulus 2017 lalu, tapi baru diwisuda bulan lalu,” ujar Eka kepada wartawan, Rabu (11/9).

Sementara untuk gelar S.I.P, kata Eka, didapatkannya dari Universitas Syamsul Ulum. “Tapi selama ini, saya hanya memakai gelar S.I.P saja. Jadi nggak betul kalau saya pakai gelar palsu. Silahkan boleh dicek langsung ke dua perguruan tinggi itu,” kata politisi Golkar itu.

Dan terkait gelar M.M yang tercantum dalam SK DPP nomor R-856/Golkar/VIII/2019 yang tentang penunjukan dirinya sebagai wakil pimpinan dewan dari Golkar. Eka mengaku, sama sekali tidak mengetahuinya mengapa gelar Magister Manajemen itu melekat di belakang namanya. “Saya nggak tahu, yang pasti saya tak punya gelar M.M,” ungkapnya.

Mungkin, kata dia, hal itu terjadi lantaran banyaknya dokumen yang SK pengangkatan pimpinan dewan dari seluruh Indonesia, sehingga membuat bagian administrasi salah ketik. “Ya, bisa saja salah ketik, namanya juga manusia,” katanya.

Lebih lanjut, Eka menyatakan bahwa tudingan penggunaan gelar palsu sudah dua kali dialamatkan kepada dirinya. “Pertama waktu 2014. Kemudian saya minta yang menuding saya kroscek langsung. Ternyata kan tidak benar tuduhan itu. Sekarang tudingan itu muncul lagi. Bagi saya sudah biasa, nggak ada masalah,” jelasnya.=WNC/SEL

You might also like