Warta Negeri
Informasi dalam genggaman

Imbas Ambruknya Atap Gedung, Kejari Bakal Panggil Petinggi Dispora dan KONI

0 175


WNC – Pasca ambruknya plafon atap gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, saat hujan deras akhir pekan lalu, akhirnya berbuntut panjang. 


Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor turun tangan dan membentuk tim khusus guna mengusut tuntas ambruknya bagian gedung yang baru selesai dibangun medio 2019 itu.


Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Munaji, menegaskan, pihaknya sudah membuat tim khusus yang mulai bergerak sejak hari ini untuk mengusut penyebab terjadinya plafon dan atap ambruk di gedung KONI Kabupaten Bogor. Sebab, tidal menutup kemungkinan ada penyimpangan sehingga menyebabkan kejadian tersebut.


“Hari ini kita buat tim khusus lah yang langsung bergerak, sesuai mekanismenya. Mulai dari klarifikasi data, ambil keterangan kaitan ambruknya bagian gedung KONI itu. Kita lihat aspek hukum ketika ada penyimpangan, kita lanjutkan,” ungkap dia, Senin (15/6).


Ditambahkannya, hal ini sejalan dengan instruksi langsung dari Kejaksaan Agung (Kejagung) yang melihat berbagai persoalan di Kabupaten Bogor yang harus diselesaikan, apalagi yang berkaitan dengan potensi kerugian negara. “Instruksinya jelas seperti itu,” tegasnya.


Dirinya mengatakan, saat pembangunan gedung tersebut pada 2017 lalu, Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) belum ada, sehingga investigasi yang akan dilakukan kali ini bakal menyeluruh dengan melihat semua administrasi.


“Kalau ada bukti pengurangan volume, misalnya, nah karena sudah dua tahun tentu ada audit dari BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah, red) kita lihat itu. Lalu juga kita periksa RAB (Rencana Anggaran Biaya, red)-nya. Ada penyimpangan atau tidak, kalau ada kerugian, itu jadi dasar pengusutan,” jelasnya.


Setelah itu, kata dia, jika ada indikasi kejanggalan, pihaknya bakal segera memanggil semua pihak terkait, mulai dari KONI Kabupaten Bogor sebagai user, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sebagai pengguna anggaran hingga si penyedia jasa.

Dengan juga melakukan gelar perkara terlebih dahulu. Pihaknya juga menyebut, tim akan melakukan investigasi data awal selama satu-dua minggu kedepan, sebelum memastikan tindak lanjut pengusutan.=WNC/MTQ

You might also like