Warta Negeri
Informasi dalam genggaman

Ini Masalah Yang Menghantui Jelang Pilkada Serentak di Sejumlah Provinsi

1 418

WNC – Masih banyak masalah muncul menjelang penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018. Salahsatunya adalah  terjadi di sejumlah provinsi besar ada yang belum menyelesaikan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, e-KTP merupakan salah satu syarat untuk memilih. 
Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrullah menjelaskan, ada daerah-daerah penyelenggara Pilkada Serentak 2018 yang belum menuntaskan perekaman e-KTP. Misalnya, Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan. 
 “Data kependudukan memang harus dirapikan menjelang Pilkada 2018. Saat ini perekaman e-KTP telah mencapai 97,2 persen dari jumlah penduduk dewasa. Ada sekitar 2,48 persen warga yang belum melakukan perekaman,” ungkap dia. 
Contohnya di Jawa Timur, masih kata dia, ada sekira 1,2 juta warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. Ia mengatakan, perlu kerja keras dari seluruh jajaran Dukcapil agar perekaman 1,2 juta warga ini bisa tuntas sebelum proses Pilkada Serentak 2018. “Penduduk Jatim ini 39 juta. Perlu kerja keras Jatim. Tapi 1,2 juta dibagi kabupaten/ kotanya ringan,” ucap dia. 
Ia mengatakan, provinsi lain peserta pilkada yang juga belum menuntaskan perekaman yakni Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan. Masih ada sekira 1,6 juta penduduk yang belum melakukan perekaman e- KTP. 
Selain itu, lanjut Zudan, masih terdapat NTT dan Papua yang harus bekerja keras menuntaskan perekaman. “NTT ini persentasenya masih besar yakni 28 persen yang belum merekam. Jumlahnya sekitar 1 juta orang lagi. Saya paham kondisi di NTT yang kepulauan. Lalu, Papua masih ada 2 juta orang belum merekam dari 5 juta penduduknya. Yang sudah merekam baru 800-an orang. Ini kurang 59 persen,” ungkapnya. 
Zudan memberikan target kepada daerah agar menuntaskan perekaman sampai akhir tahun ini. Di samping itu, dia juga mengingatkan agar data kependudukan lebih valid mengingat sebagai dasar penetapan daftar pemilih dalam pilkada, apalagi pada pilkada mendatang didominasi provinsi-provinsi besar dan padat penduduk.=WNC/FIN
You might also like