Warta Negeri
Informasi dalam genggaman

Jadi Anggota DPRD Biasa, Atty Somaddikarya Tekankan Yang Namanya Komitmen

0 229

WNC – Calon tunggal pimpinan DPRD Kota Bogor dari PDI Perjuangan yang diajukan ke DPP PDI Perjuangan Atty Somaddikarya akhirnya muncul ke permukaan serta angkat bicara, soal diitunjuknya Dadang I Danubrata menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Bogor.

Atty mengatakan, dirinya memilih menjadi anggota biasa di tahun pertama.

“Ya memang benar saya memilih anggota biasa di tahun pertama karena jabatan ketua fraksi dan unsur pimpinan di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) diberikan kepada anggota fraksi yang lain sebagai kader terbaik banteng di Kota Bogor,” tegas Atty, Rabu (11/9).

Atty menambahkan, pembagian tugas ini sebagai bagian dari komitmen dirinya kepada rekan-rekan seperjuangan yang ada di fraksi. Bagi dirinya, komitmen itu harus dipegang. Dan dirinya membuktikan dimana seorang politisi itu hanya punya satu kata kunci yaitu memeggang teguh komitmen.

“Penawaran secara prioritas memang diberikan kepada saya sebagai Ketua Fraksi tapi ada satu hal yang saya sampaikan. Saya lebih mengedepankan komitmen yang sudah saya ucapkan, jika saya tidak mendapatkan penugasan menjadi Wakil Pimpinan DPRD dan SK tersebut jatuh pada Ketua DPC sebagai pilihan terbaik DPP dan terbaik untuk partai,” tambah Atty.

Atty menjelaskan, yang namanya petugas partai diberikan tugas harus dilaksankan, apabila tidak diberi tugas tidak apa-apa. Apapun hasilnya dirinya harus tetap fatsun dan yang penting semua proses mekanisme organisasi dalam usulan nama untuk Wakil Ketua DPRD sudah dijalankan seperti rapat pleno DPC dan DPD hanya satu nama uang mengacu pada peraturan partai nomor 07/2019.

“Yang pertama prioritas Ketua Sekretaris Bendahara (KSB) DPC yang sudah menjabat anggota DPRD sebelumnya dan perolehan suara terbanyak pada saat Pileg dan anggota DPRD dengan jejak rekam kritis pada kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat,” tuturnya.

Atty memaparkan, syarat tersebut diatas ada pada peraturan partai dan itu sudah diputusan dalam usulan rapat pleno secara aklamasi. Dalam proses perjalanan bisa menjadi dua nama adalah hal yang sangat wajar karena DPP punya kewenangan.

“Jika hasil tidak sesuai dengan harapan itu bagi dari dinamika dan seninya berpolitik. Semenjak DPP mengundang kami berdua sebagai ketua dan sekretaris DPC, secara pribadi sudah punya jawaban. Sudah sepakat untuk tetap saling support dan bebagi tugas saya tetap fatsun serta mengormati keputusan apapun dari DPP,” paparnya.

Atty membeberkan, di PDI Perjuangan sendiri berbagi tugas dan saling support bukan hal yang aneh karena tujuannya sama demi kemenangan di tahun 2024.

“Dengan alasan tersebut, Alhamdulillah bisa diterima dan saya diberikan kesempatan memilih menjadi anggota biasa. Sebagai bukti kader yang konsisten atas kata juga perbuatan. Jadi jabatan apapun yang diberikan partai kepada kadernya adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” tutup dia.=WNC/SEL

You might also like