Warta Negeri
Informasi dalam genggaman

Kadisnaker: Kita Akan Periksa CCTV Mitra 10

0 249

WNC – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota meminta Pemkot Bogor mengevaluasi SOP protokol kesehatan yang dijalan Mitra 10 hingga saat ini menjadi klaster yang terus bertambah kasus positif Covid-19. 


DPRD juga meminta agar apabila Mitra 10 akan dibuka harus dicek secara detail kesiapannya karena ini merupakan sektor yang dikecualikan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).


Pantauan di lapangan, Mitra 10 masih tetap tutup dan hanya ada dua orang petugas keamanan yang berjaga di gerbang. Karena menjadi klaster yang terus bertambah, para pejalan kaki enggan melintas di depan toko supermarket bahan bangunan itu. 

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 DPRD Kota Bogor, Akmad Saeful Bakhri menduga, ada kesalahan dalam SOP protokol kesehatan yang dijalankan di Mitra 10. Untuk itu, diri ya meminta pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor agar melakukan audit K3 terhadap Mitra 10.

Kepala Dinsaker Kota Bogor, Elia Buntang mengaku, untuk audit K3 yang memiliki kewenangan adalah provinsi. Namun pihaknya berjanji akan mengevaluasi protokol kesehatan yang sudah dilakukan oleh Mitra 10.


“Seperti yang pak Wali Kota Bogor bilang kemarin, kami akan evaluasi dulu, baik itu dari keterangan ataupun CCTV,” jelas Elia

Elia mengungkapkan, setelah berakhirnya masa penutupan toko selama 14 hari, nantinya pihak Mitra 10 harus memberikan laporan sebelum kembali membuka tokonya. Dari situ, pihak Pemkot Bogor akan melakukan evaluasi lagi, apakah Mitra 10 boleh beroperasi atau tidak.

“Jadi kita tunggu dulu selama 14 hari, kalau mereka mengajukan rekomendasi dan hasilnya bagus, maka boleh buka. Kalau tidak, ya jangan dulu,” pungkasnya.=WNC/RZM

You might also like