Warta Negeri
Informasi dalam genggaman

Komisi I Desak Satpol PP Tindak Cafe Bermasalah di Bogor Barat

0 167

WNC – Komisi I DPRD Kota Bogor menyikapi soal keberadaan sebuah cafe di Jalan KH Tubagus Muhammad Falak yang dulu dikenal sebagai Jalan Darul Quran, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor diduga tak berizin. Mereka meminta Satpol PP bertindak tegas tanpa pandang bulu.

Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor Jatirin mengatakan, mengenai Cafe “kafeloaja” kesalahannya jelas secara menyeluruh, jadi bukan hanya cafenya saja tetapi salah mulai dari bangunan rukonya yang tak ber Izin Mendirikan Bangunan (IMB) karena melanggar zonasi.

Menurut dia, proses pengajuan izin itu harus memiliki dasar, kalau untuk mendapatkan izin operasional dasarnya pengajuannya adalah IMB. “Jadi kalau IMB tidak ada maka secara otomatis tidak akan mendapatkan izin operasional,” kata Jatirin, Rabu (25/11).

Untuk itu, dia meminta Satpol PP harus bertindak tegas demi keadilan. Semua usaha yang ada di Kota Bogor harus memenuhi semua syarat administrasi yakni perizinan. “Cafe itu jelas melannggar dan tidak boleh beroparasi. Maka Satpol PP harus segel,” tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, berdirinya ruko yang tak ber IMB, maka Pemkot Bogor telah melakukan pembiaran. Dan menurutnya hal seperti itu tidak boleh terjadi, karena pemerintah memiliki aparat mulai dinas hingga wilayah yang seharunya bekerja. “Kalau memang tidak ber IMB karena melanggar zonasi, maka Satpol PP harus bongkar ruko itu,” tambahnya.

Masih kata Politisi PKB itu, dia sangat mendukung Satpol PP melakukan rekrutmen, dan tugasnya ditempatkan di setiap kecamatan. “Mereka di wilayah harus mobile, memonitoring semua pembangunan infrastruktur, selain untuk menindak juga untuk melakukan pencegahan sejak dini meminimalisir terjadinya pelanggaran perizinan setiap bangunan,” jelasnya.

Selain itu kata dia, pentingnya ada petugas Satpol PP di wilayah untuk memantau pertumbuhan para PKL, yang selama ini masih menjadi PR yang tak pernah terselesaikan. “Jadi pertumbuhan PKL harus dicegah, jangan dibiarkan lalu kalau sudah banyak baru ditertibkan, kalau sudah banyak kan susah,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Izin Operasional Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Atap (DPMPTSP) Kota Bogor R Beni Iskandar membenarkan hal itu. Dia mengaku saat dicek didatabese nama cafe tersebut tidak ada.

“Kami sudah cek, nama kafeloaja tidak ada, berarti belum memenuhi persyaratan. Sebab kalau izinnya sudah lengkap pasti ada di database kami,” kata Beni.

Namun, saat ditanyakan apakah cafe tersebut pernah mengajukan pembuatan izin, mantan Pengawas Pengendalian (Wasdal) di Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) itu menjelaskan bahwa pembuatan izin bukan bidangnya dan mempersilahkan untuk mengkonfirmasi ke bidang perizinan. “Silahkan hubungi bidangnya,” jelasnya.

Dari pantauan di lapangan bahwa cafe yang berada didepan Kantor Kecamatan Bogor Barat tersebut sudah beroperasi sejak tahun lalu. Dari puluhan ruko berlantai tiga yang berderet itu, empat pintu ruko dijadikan satu cafe.

Namun hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari pemilik ruko atau pengelola cafe tersebut. Sekedar informasi bahwa saat proses pembangunan ruko tersebut sempat disegel. Satpol PP Kota Bogor yang waktu itu dipimpim Herry Karnadi memasangi segel dan melarang adanya segala aktifitas dalam pembangunan tersebut.=WNC/HLB

You might also like