Warta Negeri
Informasi dalam genggaman

Pengelola Tol BORR Bantah Beri Uang 2M, Tapi Bingung Saat Ditanya Izin Menebang Pohon

1 513

WNC – Masalah penebangan pohon di Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, yang terkena dampak pembangunan Tol BORR seksi IIB, berbuntut panjang sehingga langsung diklarifikasi oleh pihak PT Marga Sarana Jabar (MSJ)  dan PT Wika,  kepada Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor.

Jajaran PT MSJ dan Wika melakukan roadshow ke Pemkot Bogor dan DPRD guna mengklarifikasi dan menjelaskan terkait kompensasi atas pohon pohon yang ditebang di tol BORR. Karena sebelumnya beredar kabar informasi bahwa PT MSJ telah memberikan kompensasi kepada Pemkot Bogor senilai Rp2 milyar, sehingga DPRD Kota Bogor mempertanyakan kompensasi tersebut.

“Kami sudah memberikan kompensasi berupa pohon sebanyak 1000 pohon berbagai jenis serta 100 pohon jenis buah-buahan sebagai pengganti pohon yang ditebang.  Sedangkan untul pohon yang diboling sudah diserahkan kembali ke Pemkot Bogor untuk ditanam.  Semua kewajiban kompensasi pohon sudah diberikan ke Pemkot Bogor,” ungkap Direktur Utama PT MSJ, Hendro Atmodjo.
Hendro menegaskan, pihaknya tidak memberikan kompensasi berupa uang senilai Rp 2 milyar. “Kita tidak memberikan kompensasi berupa uang, tetapi kita berikan berupa pohon. Itupun pemberian pohon sudah sesuai kesepakatan dengan pihak Pemkot Bogor,” jelasnya.
Setelah melakukan klarifikasi bersama Pemkot Bogor di ruang Pesenan Sri Bima, rombongan PT MSJ dan Wika didampingi Dinas Perumkim melakukan kunjungan ke DPRD Kota Bogor.
Rombongan diterima Ketua DPRD Untung W Maryono, Wakil Ketua Heri Cahyono dan anggota DPRD dari Fraksi PPP Achmad Aswandi.
Dalam pertemuan itu, Ketua DPRD tetap mempertanyakan soal kompensasi senilai Rp2 milyar.
Kendati Dirut PT MSJ sudah memberikan penjelasan soal kompensasi pohon tersebut, namun perdebatan malah semakin memanas. “Dulu waktu pertemuan, anda (Dirut)  mengaku menyiapkan anggaran kompensasi berapapun juga, malah sudah menyiapkan Rp2 milyar,” tegas Untung Maryono dengan nada tinggi.
Dirut PT MSJ,  Hendro Atmodjo kembali menjelaskan, memang benar dirinya pernah mengatakan akan memberikan kompensasi hingga Rp2 milyar. “Saya mengakui bahwa saat itu pernah mengatakan akan mengganti pohon-pohon yang ditebang itu, berapapun nilainya akan saya bayar.  Bahkan saya siapkan dana Rp2 milyar. Tetapi akhirnya kompensasi yang kami berikan berupa bibit pohon sebanyak 1100 batang bibit pohon, dan sudah diserahkan semuanya ke Pemkot Bogor,” aku Hendro.
Mendengar hal itu, Wakil Ketua DPRD, Heri Cahyono mempertanyakan surat izin penebangan pohon pohon tersebut. “Kita menanyakanan, apakah izin menebang pohon pohon di tol BORR itu ada?,  karena menebang pohon disini harus ada izinnya, sesuai dengan Perda tentang Tibum,” tegasnya.
Dirut PT MSJ tidak bisa menjawab ketika ditanyakan soal perizinan penebangan pohon.  Heri lalu menambahkan, karena kalau tidak memiliki izin, sama saja penebangan pohon itu ilegal dan masuk kedalam pembalakan liar. “Kalau gak ada izin bisa perbuatan pidana pembalakan liar. Bisa dipidana yang menebang pohonnya, sesuai aturan berlaku,” tukasnya.
Dengan adanya kejadian itu, DPRD mengaku akan membentuk tim untuk melakulan investigasi soal penebangan pohon di tol BORR. “Kita akan bentuk tim dari komisi, supaya dilakukan investigasi dan aturan aturan hukum ditegaskan dalam permasalahan pohon ini,” pungkas Heri.=WNC/RIK
You might also like