Warta Negeri
Informasi dalam genggaman

Saat Trend Bersepeda Tengah Digandrungi, Perhatikan Hal Ini

0 383

WNC – Saat ini Kota Bogor memang tengah memasuki fase Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, dimana berbagai sektor sudah mulai dilonggarkan. Namun, khusus sektor fasilitas olahraga, nampaknya belum bisa diakses oleh warga Kota Hujan.
Alhasil, salah satu olahraga yang bisa dilakukan masyarakat tanpa harus menggunakan fasilitas khusus, ialah bersepeda.


Menurut pengakuan anggota dari Raya Bicycle Gank (RBG), Rahmat, trend bersepeda mengalami kenaikan secara drastis.
Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang bersepeda disekitaran jalur SSA yang memutari Kebun Raya Bogor dan Istana Presiden.


“Trend naik drastis, tiba tiba banyak goweser dadakan, cuman banyak yang hanya ikut trend, mungkin bosan efek stay at home,” jelasnya, kemarin.


Namun, dari meningkatnya jumlah pegowes, sebutan kekinian bagi para pesepeda, terdapat sisi negatif yang juga membahayakan pengguna jalan lainnya dan si pesepeda itu sendiri.
Diantaranya adalah, kegiatan bersepeda yang dilakukan secara bergerombol, bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Apalagi jika para pesepeda ini menggunakan lajur tengah jalan.


Sedangkan, menurut Rahmat, yang sudah bersepeda selama kurang lebih satu dekade ini, bahaya bagi para goweser pemula ini adalah, terjadinya cedera, karena kurangnya edukasi.


“Jadi masih banyak yang tidak bisa mengukur kekuatan badan, memaksa nafas, tidak pemanasan yang mengakibatkan bisa gampang terkilir atau urat ketarik. Bahkan sampai salah memilih spek sepeda sesuai peruntukannya,” jelasnya.


Memang untuk bersepeda terlihat sangat mudah, tapi pada kenyataannya, setiap sepeda itu memiliki kelasnya masing-masing. Mulai dari BMX, Mountain Bike (MTB), sepeda lipat dan sepeda downhill (DH).


Penggunaan sepeda juga penting tergantung medan yang ingin dilewati oleh para goweser.
Maka dari itu, ia berharap Prmerintah Kota Bogor mau menambah fasilitas bagi para pesepeda yang kini mulai mewabah di seluruh penjuru Kota Bogor.


“Saya berharap sih jalur khusus gowes supaya diperluas, bukan hanya sekitar KRB. Potensi wisata mountain bike sangat besar di Bogor, khususnya pasar tipe cross-country yang relatif gowes wisata dan tidak ekstrim,” ungkapnya.


Menanggapi banyaknya peminat olahraga di sekitaran SSA, Walikota Bima Arya mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan, ketika berolahraga.


Diantaranya adalah tetap menggunakan masker dan menjaga jarak aman. “Silahkan berkeringat dan menikmati sinar matahari pagi disekitaran SSA, tapi kalau lari dan gowes boleh tidak pakai masker. Tapi kalau jalan dan berhenti, harus tetap pakai maskernya,” tulis Bima didalam postingan instagramnya.=WNC/NVT

You might also like