Warta Negeri
Informasi dalam genggaman

Soal Klaster Mitra 10, Ini Kata Ketua IDI Kota Bogor

0 218

WNC – Saat ini penyebaran virus Corona di Kota Bogor kembali mengalami lonjakan. Namun yang berbeda dari awal Corona masuk Kota Hujan adalah proses penyebarannya, dimana saat ini sudah menjadi transmisi lokal.

Salah satu contoh penyebaran melalui transmisi lokal adalah hadirnya klaster baru yaitu dari Toko Bangunan Mitra 10 Bogor yang berlokasi di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor, Zainal Arifin, terjadinya penyebaran di Mitra 10 merupakan konsekuensi dari pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diambil oleh Pemkot Bogor dengan membiarkan fasilitas umum dan toko-toko diperbolehkan dibuka.


“Ini adalah resiko dari PSBB yang dilonggarkan dan lahirnya klaster penularan baru. Apalagi kalau tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan,” kata Zainal, kemarin.


Zainal menerangkan, proses penyebaran yang tadinya bisa ditekan melalui PSBB, kini malah terjadi pelonggaran. Hadirnya klaster Mitra 10 juga diduga sudah merubah cara virus Corona berpindah.
Sebab, virus Corona yang ditularkan melalui droplet, memiliki kemungkinan berpindah dari barang yang sudah disentuh atau terpapar droplet dari orang yang sudah terinfeksi.


“Jadi ini dia sudah terinfeksi, nah batuk atau bersin dan megang-megang barang, kan si virus jadinya nempel. Nah yang belum terinfeksi, memegang barang yang sama, menempel lah itu virus ditangan orang yang sehat. Nanti dia pegang mata, idung, mulut dan masuklah virus tersebut, lahirlah korban baru,” terangnya.


Untuk menekan angka penyebaran ditengah pelonggaran, Zainal juga membeberkan, cara-caranya. Diantaranya adalah, seluruh masyarakat harus tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mencuci tangan setelah berjabat tangan dengan orang lain atau memegang barang-barang di fasilitas umum.
“Yang terakhir adalah penekanan penerapan protokol kesehatan, baik physical distancing ataupun K3 di fasilitas umum,” bebernya.


Jika berkaca dari penularan yang terjadi di Mitra 10, Zainal menganggap itu adalah bentuk dari kelalaian SOP protokol kesehatan yang tidak dijalankan.
Sebab, bisa dikatakan saat karyawannya ada yang positif dan melakukan kontak dengan orang-orang atau memegang barang-barang maka menyebarlah virus tersebut.

“Ini kan kembali lagi pada pengawasannya. Bisa tidak pihak pengelola mengawasi dan pemerintah mengawasi, kalau itu bisa dijalankan saya kira kita masih bisa menekan angka penyebaran,” ungkapnya.=WNC/NVT

You might also like